blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Ladang Kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim,
Ada yang berbeda, saat apel pagi di Padepokan Kyai Ansori hari Kamis kemarin. Sesuai jadwal yang telah disepakati, Dulkumat mendapatkan giliran untuk membacakan Komitmen Visi, Misi Padepokan. Dengan suara yang lembut dan tenang Dulkumat mengawali dengan sebuah kalimat “Bapak Ibu.. dari indra pendengaran kita bawa ke wilayah bathin di dalamnya ada niat dan tekad..“ Tiba-tiba suasana menjadi hening, semua santri terkesima karena Dulkumat baru kali ini mengikuti apel di padepokan. Setelah apel pagi selesai, para santri memberikan komentar kepada Dulkumat mengenai teknik dan intonasi yang mampu menghipnosis para santri di padepokan. Lalu Dulkumat menjelaskan dengan tersenyum “ehm ehm.. saya juga baru belajar dari para Guru di Facebook.” Dulkamdi sahabat akrab Dulkumat juga berkomentar.. “Bagus juga kalo ditulis Dul, khan lama ga nulis tho.” Dulkumat menjawab sambil menghela nafas “saya sudah lama punya kerangka konsep tulisannya Dul, tapi takut riya.. oughh.” “Halaah guayaa.. kalo takut riya ndah usah nulis.” Dulkamdi memberi suprott. “Ini Dul, konsep tulisan saya..” Dulkumat menyodorkan laptop pinjamannya kepada Dulkamdi.

Lila lamun, kelangan nora gegetun. Trima yen ketaman
Sak serik sameng dumadi. Tri legawa nalangsa srah ing Bathara
*)
(Pertama, Rela yang berarti tidak menyesal, apabila kehilangan sesuatu. Kedua, Menerima yang berarti tetap sabar, walaupun di caci maki. Ketiga, Penyerahan diri sepenuhnya pada kehendak Illahi)

Pertama, Rela
Istilah Lila yang biasanya diterjemahkan sebagai rela, sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih dalam. Lila juga berarti permainan, hari ini kita sedang bermain. Dan besok mungkin ada orang lain yang akan membawakan peranan kita. Kehilangan, kegagalan, keberhasilan, kemenangan, suka duka.. semua terjadi dalam permainan yang sedang kita mainkan.

Kedua, Menerima
Menerima berarti menerima hidup ini seutuhnya, menerima berarti menyadari sepenuhnya bahwa setiap ranting yang berbunga mawar, juga penuh dengan duri. Menerima berarti tidak mengeluh terus menerus. Mereka yang punya kedudukan, punya ketenaran, punya kekayaan adalah orang-orang yang lemah. Sedikit dikritik, mereka tidak senang, mereka gusar, mereka memperkarakan dan marah (Maaf, skali lagi maaf.. yang bagian ini ga usah di baca deh, soalnya bagai pisau bedah yang tajam menyayat bagi siapa saja yang belum siap di operasi)

Ketiga, Penyerahan diri sepenuhnya pada kehendak Illahi Rabbi
Berkaryalah, bekerjalah, berusahalah.. tetapi ingatlah selalu..!!! bahwa kita hanya seorang pekerja di “Ladang Kehidupan” ini. Pemiliknya Allah Ta’ala, dan jangan menuntut upah ataupun gaji. Kita belum tahu apa yang kita minta itu akan membahagiakan atau tidak. Wallahu’alam Bishawab

*) Wedhatama karya Sri Paduka Mangkunagoro IV (Tembang dilagukan dengan Irama Pucung)

Filed under: Catatan Kecil Dulkumat, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: