blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Mewujudkan Layanan Unggulan

Bismillahirrahmanirrahim,

Pembaca yang budiman
Jum’at siang itu menjadi kebahagiaan buat saya, karena dapat berdiskusi seputar pelayanan medis bersama salah satu dokter spesialis di RSUD SRAGEN. Beliau adalah dr Djoyo Marsiono, Spesialis Bedah Urologi. Untuk memenuhi standar pelayanan yang diharapkan masyarakat, RSUD SRAGEN selalu berupaya melaksanakan perbaikan dalam berbagai aspek pelayanan. RSUD SRAGEN saat ini dalam persiapan “visitasi” dari Depkes RI untuk menjadi RS Type B Pendidikan. Pertanyaan utamanya adalah, apakah masyarakat, tokoh-tokoh ulama, pihak Dewan dan Pemkab mendukung sepenuhnya agar RSUD SRAGEN menjadi RS Type B. Wallahu’alam Bishawab

Terlepas dari persoalan tersebut diatas, saya hanya berusaha menulis diskusi saya bersama dr Djoyo Marsiono siang itu sambil menikmati minuman dingin di kantin “Mak Inah”. Beliau sudah memberikan pelayanan Bedah Urologi sejak 3 bulan yang lalu, namun belum juga mendapatkan Ruang Pelayanan Poliklinik dan beberapa peralatan yang mendukung Operasi Bedah Urologi di Rumah Sakit. “Lalu selama ini bagaimana doc..” saya mengawali bertanya kepada beliau, “Kita memberikan pelayanan, dengan menggunakan alat-alat kita secara pribadi dulu Mas, sambil menunggu realisasi pengadaan anggaran peralatan medisnya.” jawab beliau penuh semangat. “Lohh..” 😛 saya menjadi heran, “kemudian persoalan pelayanan di poliklinik doc..” Sambil tersenyum beliau menjawab dengan santai “Kita praktek bersama di Poliklinik Bedah Tulang Mas.. bersama dr Agus, SpOT (red; Spesialis Orthopedi). “Lahh..”😉 jawab saya, “kita ini sudah memiliki dan masih akan menambah beberapa Pelayanan Medis lagi tetapi belum mendapatkan perhatian sama sekali njih doc.”

Barangkali banyak juga yang belum mengetahui, kalau beberapa fasilitas yang sudah dimiliki perlu di optimalkan sebagai “Pelayanan Unggulan” di Rumah Sakit ini seperti: Pelayanan Spesialis Jantung, Alat Treadmill, Alat EEG (red; Electro Encephalo Grafi) dan Pelayanan Patologi Anatomi, Patologi Klinis, Spesialis Kesehatan Jiwa. Dan rencana akan menambah Unit Pelayanan Haemodialisa, Bedah Syaraf, juga alat CT Scan.

Di akhir diskusi, saya hanya mengatakan “Mudah-mudahan tulisan ini ada yang membaca njih doc dan berkenan memberikan perhatian. Amin amin” Lalu kami berdua tertawa bersama.. Sebagai tambahan tulisan ini sebuah pemikiran layak menjadi perhatian kita bersama, adalah Rumah Sakit sebaiknya juga:

  1. Sudah Ter- Akreditasi. Bukan hanya sekolah atau kampus saja yang harus terakreditasi. Dalam rangka meningkatkan pelayanan rumah sakit kepada pasiennya, Departemen Kesehatan telah membentuk Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Adapun hal-hal yang disurvei meliputi 16 layanan. Antara lain: 1)Administrasi & Manajemen, 2)Medis, 3)Gawat Darurat, 4)Rekam Medis, 5)Keperawatan, 6)Radiologi, 7)Laboratorium, 8)Kamar Operasi, 9)Farmasi, 10)K3, 11)Pengendalian Infeksi, 12)Perinatal Risiko, 13)Rehabilitasi Medis, 14)Gizi, 15)Pelayanan Intensif, 16)Bank Darah. Dalam melakukan survei, KARS akan menurunkan 1 Tim Surveyor Administrasi, 1 atau 2 Surveyor Medis, dan 1 Surveyor Keperawatan. Anda tidak usah ragu lagi kalau rumah sakit sudah menempelkan sertifikat akreditasi pada salah satu dinding rumah sakit. Sertifikasi ini hanya berlaku untuk 3 tahun saja. Jadi, cermati pula apakah masih berlaku sertifikasi tersebut atau tidak? Jangan Anda malah bengong karena melihat frame-nya yang bagus.
  2. Prestasi, Ibarat seorang tentara, ia harus berperang untuk mendapatkan pengalaman serta mengetahui seluk-beluk peperangan. Sama juga dengan rumah sakit. Selama berdiri apakah yang menjadi prestasi membanggakan dari rumah sakit tersebut? Jika tidak ada, maka akan sama halnya dengan peralatan lengkap namun tidak pernah berperang.
  3. Pusat Informasi, Ini adalah bagian yang tak boleh terlupakan dari sebuah rumah sakit. Karena tak semua orang sangat memahami perihal dunia kesehatan maupun hal lainnya yang masih terkait. Peranan pusat informasi sangat membantu orang yang membutuhkan informasi baik yang menyangkut pelayanan medis maupun nonmedis.
  4. Lingkungan Mendukung, Rumah sakit adalah tempat yang paling nyaman bagi pasien untuk beristirahat dan terbebas dari gangguan yang berasal dari lingkungan sekitar. Oleh karenanya rumah sakit yang baik, akan memperhatikan aspek lingkungan sebagai salah satu aspek yang masuk dalam management control. Artinya rumah sakit yang baik akan memperhatikan lingkungan dan membuatnya menjadi senyaman mungkin mulai dari segi kebersihan, ketenangan, kenyamanan, dan sebagainya.🙂

Filed under: Catatan Kecil Dulkumat, , , ,

One Response

  1. jason mengatakan:

    Tambah satu lagi ya?
    5. Per Oktober 2011, RS Daerah harus sudah menjadi BLUD. Yang saat ini belum, perlu dikonsultasikan kepada Kementrian Dalam Negeri.

    Kangmas Jasun, matursuwun.. RSUD Sragen sebenarnya per 1 Juni 2009 sudah menjadi BLUD (lebih tepatnya semi BLUD) karena persoalan ini sudah masuk ke dalam wilayah “ranah politik”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: