blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Catatan Kecil; di Awal dan Akhir Tahun

Dulkamdi salah satu santri gaul di Padepokan, pagi itu berpapasan dengan Kyai Anshori, Ki Joko dan Ki Atmanto di beranda depan Padepokan Kyai Anshori. Bagi Dulkamdi, tentu pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan semata melainkan menjadi bagian dari Sunnatullah. “Selamat pagi, Kyai..” sapa Dulkamdi penuh takzim. “Selamat pagi mas Dul, saya sampai kangen lama tidak bertemu dengan Mas Dul” jawab Kyai Anshori dengan bahasa yang sangat halus. “Mohon maaf Kyai, punopo wonten dhawuh” tanya Dulkamdi sambil membungkukkan badannya. “Buanyaakk sekali mas Dul, tetapi nanti sajalah” Kyai Anshori menjawab dengan penuh harap. Dulkamdi teringat akan sebuah catatan kecil seorang sahabatnya yang juga santri di Padepokan Banyumasan beliau namanya mas Basuki Masih Tok. Setelah pertemuan kedua tokoh cerita “satu guru satu ilmu” itu berlalu, Dulkamdi segera menulis dan mengirimkan email untuk Kyai Ansori. Ehm hm hm.. maklum Padepokan Kyai Anshori sudah dilengkapi dengan fasilitas Internet Goes to Hospital..😆

Dear: njeng Kyai..😛
Maafkan saya Kyai,
lama saya tidak terlihat di Padepokan tidak berarti saya tidak peduli dengan permasalahan yang ada. Ada satu catatan yang membuat saya berketetapan hati untuk saatnya menata diri dan menata hati.

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
Aku bermimpi mengubah dunia
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
Ku dapati bahwa dunia tak kunjung berubah
Maka, cita-cita itu pun agak ku persempit
Lalu kuputuskan hanya mengubah negeriku

Namun, tampaknya hasrat itu pun tiada hasilnya
Ketika usiaku telah semakin senja
Dengan semangatku yang masih tersisa
Ku putuskan untuk mengubah keluargaku
Orang-orang yang paling dekat denganku
Tetapi celakanya, mereka pun tak mau diubah

Dan kini,
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
tiba-tiba kusadari
Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
mungkin akan bisa mengubah keluargaku,
kemudian, berkat inspirasi dan dorongan mereka
bisa jadi, aku mampu memperbaiki negeriku,
kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia.

Sonny “Dulkamdi” Rahmansyah
Padepokan Kyai Anshori

Filed under: Catatan Kecil Dulkumat

One Response

  1. dulkamdi mengatakan:

    kata orang juga : menyesal di kemudian hari itu hal biasa, tidak pernah menyesal itu tak waras😳


    😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: