blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Padepokan BLUD “Kyai Anshori” (2)

Bismillah

Pembaca yang budiman
Sahabat saya, salah satu santri gaul di Padepokan Kyai Anshori namanya Sonny “Dulkumat” Rahmansyah dipanggil menghadap Kyai Anshori di Saung-nya. Tidak lain karena tulisan Dulkumat di beberapa media membuat suasana padepokan memanas, maka sangat wajar bila Kyai Anshori berketetapan hati segera mendengar langsung dari santri gaul-nya itu. “Silahkan duduk, Mas Dul..”, Kyai Anshori menyapa dengan bahasa yang sangat halus. “Maafkan saya, Kyai..” demikian Dulkumat setelah lama berdiskusi dan memberikan penjelasan. “Dalam satu kesempatan, teman – teman tenaga Job Training di Padepokan ini menanyakan kepada saya Kyai, Mas Dul.. Kira – kira kapan kami mendapatkan sedikit honor atau uang jasa untuk sekedar membeli sabun..”
Dulkumat menceritakan kepada Kyai Anshori, sambil menghela nafas panjang.

“Bukankah, padepokan ini dibangun dengan prinsip angsa dan telur emas, Kyai”. “Maksudnya, Mas Dul..” tanya Kyai Anshori. “Selama ini kita hanya berfokus pada telur emas saja Kyai, tanpa pernah memperhatikan Angsa-nya.. artinya pernahkah kita memperhatikan kompetensi, kompensasi baik langsung ataupun tidak langsung kepada mereka, kemudian kualitas SDM, rohani mereka dan semuanya.. dan semuanya” (red; diulang dua kali).

Kyai Anshori mendengarkan uraian Dulkumat penuh perhatian,
“Apa yang menjadi alasan pertimbangan Kyai sehingga tidak memberikan sedikit honor atau uang jasa kepada mereka, sekali lagi maafkan saya Kyai, tampaknya kita semakin berseberangan pemikiran dalam hal ini”.

Akhirnya pertemuan empat mata itu tidak menghasilkan kesepakatan apapun. “Maaf, akan saya haturkan satu kidung kesukaan Kyai..”😥😥

Bocah Bagus Anakku Lanang,
Ojo Wedi,.. Golék-o Pepadhangé Dalan,
Ora Kendhat Anggonku Ngengudhang,
Duh Bocah Bagus Anakku Lanang..
Urip Ing Dunyo Iku Sedhélo,
Urip Ing Kono Koyo Samudro,
Mulo Nggér.., Ojo Wegah Podho Tetanén,
Ing Kono Mbesuk-é Bakal Panén..
Bocah Bagus Anakku Lanang,
Akéhing Bandha Dudu Ukuran,
Drajat Lan Pangkat Dudu Takeran,
Ojo Nganti Ninggal Piwulang,
Mumpung Jembar Golék-o Pepadhang,
Ojo Jirih Ing Pepalang..
Wong Tuwamu Dudu Dewo,
Ora Wenang Nulis Garisé Manungso,
Sangumu Mung Isi Pitutur,
Mugo Dadi Titah Kang Luhur.

Filed under: Catatan Kecil Dulkumat, , , , ,

One Response

  1. dulkamdi mengatakan:

    sajake om Dulkumad wis dadi Pujangga saiki, (sarjana pujangga jawa)


    😉😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: