blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Surat Buat Ibu

Ibu, aku tulis surat ini di kaki bukit Pakpakan.. di punggungnya aku baru saja menanam tujuh tunas,
aku tidak tahu kapan tunas itu akan menjadi pohon yang rimbun.. mungkin tiga puluh tahun lagi..
tapi aku berharap, aku percaya bukit ini kelak akan hijau kembali

ingatkah Ibu… Ibu pernah mengatakan jangan patahkan harapan, harapan itu penting.. kata Ibu waktu itu.. ia ibarat sumber air, ia tak jatuh dari langit, harapan lahir dari kerja..

kini aku tahu betapa benarnya kata – kata Ibu
aku telah melihat para petani bekerja
aku telah melihat bagian bangsa kita yang ulet
mereka membuat aku yakin
bangsa kita pantang menyerah

Ibu..
tahukah Ibu, alasanku yang sebenarnya
untuk pergi menanam tunas di bukit ini
aku ingin berbuat sesuatu yang berharga
sebab aku muak..
aku tak mau lagi mendengar politisi yang suka berteriak
Indonesia sedang terpuruk.. atau Indonesia dijajah asing
seakan akan kita tak punya alasan lagi untuk berharap.. apalagi berbangga

bukankah kini kita menunjukkan tekad membersihkan korupsi
yang bertahun – tahun merusak Indonesia..
bukankah kita sanggup, menurunkan jumlah kaum miskin
sampai tingkat terendah sejak tahun ‘96
dan kita sanggup bertahan dari krisis ekonomi dunia
dan semua itu, dikerjakan dengan demokrasi kita yang hidup

aku tulis surat ini, di kaki bukit Pakpakan
sambil kuingat kata Ibu sebelum aku berangkat..
di ambang pintu itu, Ibu berbisik..
Embun Pagi.. kau akan membangun harapan

Filed under: Catatan Kecil Dulkumat, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: