blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Sejahtera dengan 26 Milyar

Bismillah

Pembaca yang budiman,
Dalam satu kesempatan, teman – teman tenaga Job Training di RSUD Sragen menanyakan “Bapak..Ibu, kira – kira kapan kami mendapatkan sedikit honor untuk sekedar membeli sabun..” Sebuah pertanyaan polos, dan sangat manusiawi namun membuat hati ini teriris…apabila kita melihat angka 26 Milyar yang dihasilkan RSUD Sragen selama setahun.

Banyak Rumah Sakit yang produktivitas dan kinerjanya tidak mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya; Manajemen Rumah Sakit kurang baik, dan pengelolaan SDM yang kurang tepat. Bisa jadi karena ada karyawan dan staf medis yang merasa kurang sejahtera, sehingga kinerjanya menurun. Mungkin juga sistem yang dinilai kurang adil sehingga iklim kebersamaan yang seharusnya menjadi spirit dalam memberikan pelayanan tidak tercipta. Atau karena kurangnya supporting system yang mampu memotivasi peningkatan kinerja karyawan dan staf medis dalam Rumah Sakit.

Tujuan pengupahan adalah :

  1. Membangun image yang baik dari organisasi (Building good image)
  2. Menjamin kesejahteraan karyawan (Wellfare)
  3. Memberikan motivasi terhadap kinerja karyawan (Motivations)
  4. Mempertahankan keberadaan karyawan dalam organisasi (Retaining personel)

Pengupahan (Remuneration Systems) di Rumah Sakit pada umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu
1. Basic Salary
Yaitu dalam bentuk gaji bulanan yang sifatnya biaya tetap atau fixed cost, yang tidak tergantung kepada produk yang dihasilkan, besar atau kecil produk tidak berpengaruh kepada besarnya biaya yang dikeluarkan. Dasar yang digunakan untuk menentukan basic salary adalah : pangkat, golongan, tingkat pendidikan, lama kerja, jabatan dan sebagainya. tujuan dari basic salary adalah untuk keamanan (Safety) artinya sebatas memenuhi kebutuhan dasar seseorang karyawan saja.
2. Incentives
Adalah tambahan pendapatan bagi karyawan yang sangat bergantung kepada produk yang dihasilkan, semakin besar produk semakin besar insentif. Dasar yang digunakan bermacam-macam misalnya berdasarkan kinerja karyawan, atau berdasarkan posisi karyawan. Pada umumnya di rumah sakit, dokter spesialis berdasarkan berapa besar tarif jasa pelayanan medik yang melekat kedalam tarif pelayanan medik. Sedangkan paramedik dan tenaga struktural berdasarkan indexing atau scoring. Tujuannya adalah untuk merangsang kinerja dan motivasi karyawan (Motivation).
3. Merit
Adalah penghargaan dari organisasi bagi karyawan yang berprestasi, biasanya diberikan pada akhir tahun, atau penghargaan kepada seluruh karyawan dalam bentuk THR. Dasarnya adalah profit margin. Tujuannya adalah untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi atau kesejahteraan karyawan (Reward).

Menurut Griffin, 1997, sebelum menentukan besaran upah diperlukan kontrol yang berorientasi kepada framework keuangan. Pembiayaan diperlukan untuk mendukung visi dan strategi, perencanaan dan alokasi modal, reorientasi dan review serta penganggaran terhadap insentif karyawan. Rumah Sakit merupakan lembaga usaha yang kompleks. Didalamnya berpadu antara usaha yang padat teknologi, padat modal, padat karya dan terdiri dari SDM dari berbagai disiplin Ilmu. Didalamnya berkumpul para spesialis (misalnya dokter spesialis) hingga tenaga teknis (misalnya tukang parkir dan tenaga kebersihan). Ditengah kompleksitas usaha dan SDM yang bergerak di Rumah Sakit, Reward System (gaji dan intensif) merupakan masalah yang pelik. Hal ini dapat terjadi karena memang setiap karyawan dan staf medis Rumah Sakit memiliki tanggung jawab dan beban kerja yang berbeda.

Untuk itulah, penting adanya reward system atau yang lebih sering disebut sistem remunerasi, yang mengatur sistem penggajian secara adil dan transparan serta mampu mendorong peningkatan kinerja. Di sisi lain, reward system ini diharapkan dapat memiliki nilai pertukaran timbal balik (reciprocity norm) antara karyawan dan staf medis dan staf medis dengan pihak organisasi (Rumah Sakit), sehingga kedua belah pihak mendapatkan kepuasan. Karyawan dan staf medis menggunakan skill dan pengetahuannya untuk membantu perusahaan (Rumah Sakit) mencapai produktivitas dan kualitas serta mampu mengembangkan kualitas produk dan jasa yang inovatif (Hollenbeck, 1994). Organisasi, dipihak lain memberikan dukungan kepada karyawan dan staf medis. Reward System atau pengupahan merupakan salah satu bentuk dukungan organisasi yang diterima oleh karyawan dan staf medis. Reward System memainkan peranan penting dalam memotivasi karyawan dan staf medis, memberikan reward terhadap kontribusi mereka dan memberikan daya tarik kepada setiap karyawan dan staf medis untuk bekerja dengan lebih baik.

Filed under: Catatan Kecil Dulkumat

One Response

  1. fadillahcinta mengatakan:

    wah, kalau saya dikasih uang 26 milyar, bukannya sejahtera, tapi pusing…

    Salam ukhuwah
    Terimakasih berkenan mengunjungi kami, Wahh blog-nya tampilannya sama
    🙂😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: