blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Tarif Rawat Inap RSUD Sragen Bakal Naik

Tarif Rawat Inap RSUD Sragen Bakal Naik
14/02/2009 08:23:50 SRAGEN (KR) – Rumah Sakit Umum Daerah Sragen berencana menaikkan tarif rawat inap yang dijadwalkan berlaku mulai tahun 2009 ini. Kenaikan tarif ini merupakan kebutuhan mendesak mengingat tarif lama yang diberlakukan sejak 2001 dirasa sudah tidak bisa menutup biaya operasional. Direktur RSUD Sragen dr Farid Anshori kepada wartawan di ruang kerjanya, mengatakan, usulan kenaikan tarif sudah disampaikan kepada eksekutif dan masih dalam penggodokan. Saat ini, proposal kenaikan tarif sudah di tangan Bagian Hukum untuk dikaji lebih lanjut. Jika sudah selesai dikaji, usulan kemudian akan disampaikan ke DPRD guna ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda). Diharapkan usulan itu bisa disetujui mengingat saat ini biaya rawat inap di RSUD Sragen terbilang paling rendah se-Surakarta. “Jika semua sesuai rencana, pemberlakuan tarif baru akan dilakukan pada tahun ini juga. Tentunya semua tergantung bagaimana pembahasan di tingkat DPRD apakah disetujui atau tidak,” jelasnya. Menurut dr Farid, tarif yang berlaku di RSUD Sragen saat ini merupakan tarif lama yang mengacu pada perda tahun 2003. Saat ini tarif rawat inap untuk kelas III Rp 7.000 per hari, kelas II Rp 23.000, dan kelas I Rp 46.000. Sedangkan tarif kelas VIP Rp 66.000 dan super VIP Rp 86.000 per hari. Tarif yang masih berlaku itu ditetapkan saat harga bahan bakar minyak (BBM) Rp 1.800 per liter. Padahal harga BBM saat ini sudah mencapai RP 4.500. Masih dibahas mengingat biaya operasional yang terus naik seiring berjalannya waktu, dr Farid merasa kenaikan tarif sudah saatnya diberlakukan. Selain untuk menutup biaya operasional, pemberlakuan tarif nanti diharapkan bisa dipakai untuk pengembangan RSUD dan peningkatan pelayanan kepada pasien. “Kami belum bisa mengatakan berapa besar kenaikannya nanti. yang jelas saat ini masih dibahas oleh tim dari pemkab,” jelasnya. Ditambahkan dr Farid, pengelolaan RSUD Sragen selama ini memakai manajemen efisiensi. Apalagi setelah tidak mendapat suntikan dana dari APBD dan hanya mengandalkan pendanaan swadana, harus benar-benar dilakukan pengiritan. Semua biaya yang dirasa tidak perlu sebisa mungkin dipangkas. Meski demikian, RSUD Sragen tetap bisa menyumbang untuk pendapatan asli daerah (PAD) sekitar 5 persen dari pendapatan bruto yang mencapai Rp 25 miliar. Jika nantinya usulan kenaikan tarif disetujui, lanjut dr Farid, tentunya pengembangan RSUD Sragen bisa dilakukan dan pelayanan prima layaknya rumah sakit swasta bisa dilakukan. Tidak hanya itu, kelas RSUD Sragen yang saat ini masuk kategori C Plus akan bisa naik menjadi kategori B. Meski tarif direncanakan naik, biaya rawat inap di kelas III untuk warga miskin tetap akan digratiskan. Asalkan memiliki kartu jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas), warga yang berobat tidak dipungut biaya. (Sam)-c

Filed under: Berita Bukanlah Derita, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: