blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Reformasi Birokrasi Ciptakan Pelayanan Prima Di RSUD Sragen

http://www.sragen.go.id/berita; Senin, 07 Juli 2008
<strong>Reformasi Birokrasi Ciptakan Pelayanan Prima Di RSUD Sragen</strong>

SRAGEN – Rumah Sakit milik pemerintah selama ini identik dengan imej negatif, yakni pelayananan yang kurang bagus, lamban dan lingkungannya yang kotor. Namun imej negatif tersebut tidak berlaku di RSUD Sragen.

Pihak manajemen RSUD Sragen jelas-jelas menampik imej negatif tersebut. Dengan melakukan pembenahan diberbagai bidang, RSUD Sragen telah membuktikan, bahwa fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah kualitasnya tidak kalah dengan milik kalangan swasta ini.
Kesan serem, ketus dan lamban dalam pelayanan dipastikan tidak akan ditemui di RSUD ini. Layaknya sebagai rumah sakit yang profesional, pihak managemen telah memastikan bahwa semua pegawai akan melayani pasiennya dengan senyuman yang ramah. Terkait dengan pelayanan tersebut, RSUD Sragen telah membuka hotline telepon pengaduan. Pasien yang mendapatkan pelayanan yang kurang bagus dapat mengadukannya ke saluran tersebut.

Pihak manahemen RSUD Sragen tidak sekedar memberikan janji, namun bukti nyata. Begitu memasuki lingkungan RSUD Sragen, akan tampak lingkungannnya yang begitu bersih dan tertata rapi. Semua sudut-sudut ruangan mencerminkan sebuah penataan yang bagus. Tak nampak sama sekali kesan lingkungan yang kotor.

Seragam pegawai juga nampak berbeda dengan rumah sakit milik pemerintah lainnya. Sebagian pegawai nampak berpakaian berdasi. Tak nampak kesan yang menonjolkan bahwa ia seorang Pegawai Negeri Sipil. Pegawai yang berseragam layaknya seorang PNS tidak ditemui sama sekali disini. Menurut dr. Farid Anshori, MM Direktur RSUD Sragen, pakaian PDH PNS akan menimbulkan kesan seorang petugas, sehingga ia mengambil ini inisiatif untuk mengganti seragam pegawai dengan pakaian yang lebih cocok dikenakan di rumah sakit.

Pelayanan prima Rumah Sakit ini bukan hanya ditunjukkan dengan penampilan para pegawainya saja. Hal yang paling urgen adalah kecepatan penanganan pasien. Dulu, seorang pasien yang baru masuk ke UGD, harus melalui beberapa tahap sebelum memperoleh pengobatan. Begitu masuk, seorang pasien akan diperiksa dan diberi resep. Sebelum diobati, pasien harus membeli resep terlebih dahulu ke Apotik. Namun sekarang rantai pertolongan pertama untuk pasien tersebut telah di potong. Sekarang, begitu pasien masuk ke UGD akan langsung diperiksa dan diberi pengobatan. Pasien tidak harus membeli obat terlebih dahulu ke Apotik. UGD telah menyediakan obat-obat lengkap untuk pertolongan pertama.

BANGUN KEBERSAMAAN DENGAN NGUWONGKE UWONG

Peningkatan pelayanan di rumah sakit tidak terjadi dengan begitu saja. Peningkatan pelayanan ini terjadi sejak dilantiknya dr. Farid Anshori, MM dilantik menjadi Direktur RSUD lima tahun silam. Sejak di lantik, dr.Farid Anshori langsung melakukan reformasi di tubuh managemen RSUD, sesuai arahan Bupati Sragen Untung Wiyono. Mantan Kepala Puskesmas Sambirejo tersebut langsung menyiapkan jurus-jurus ampuhnya untuk membenahi rumah sakit ini. Salah satu jurus ampuh dr. Farid adalah membangun kebersamaan dengan membangun jiwa karyawan. Semua karyawan di rumah sakit ini di ajak bersama-sama untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif, dengan membangun jiwanya terlebih dahulu..

Nguwongke uwong adalah salah satu jurus jitu dr. Farid dalam membangun jiwa kebersaman dengan anak buahnya. Nguwongke uwong tidak hanya dari pimpinan ke anak buah namun juga sebaliknya, termasuk nguwongke ke sesama teman kerja. Meski dia orang nomor satu di rumah sakit ini, namun ini tidak memposisikan dirinya sebagai orang terpenting. Menurutnya, di rumah sakit ini tidak ada yang paling penting, dan tidak ada yang tidak penting, semuanya penting. Tidak pernah ia memposisikan karyawannya sebagai anak buah namun merupakan sebuah teman dalam bekerja. Ia begitu low profile dalam memimpin. Justru dengan sifatnya yang begitu rendah hati tersebut malahan bisa mengambil hati semua karyawan dirumah sakit ini. Salah satu hal yang tak pernah dilakukan Bapak dua anak itu adalah memarahi anak buah.

Semua karyawan diajak untuk bekerja dengan rajin, tulus tanpa pamrih. Bila seseorang bekerja dengan berorentasi hanya pada uang, dipastikan dalam pelayanan tersebut tidak akan tulus. Menurut suami dr. Herawati tersebut, rejeki dan uang yang mengatur adalah Yang Maha Kuasa. Dengan banyak beramal dan melakukan pelayanan dengan tulus, secara otomatis rejeki akan datang dengan sendirinya.

Alumnus fakultas kedokteran UNS itu juga mengajari semua karyawannya untuk melayani pasien dengan senyum yang tulus tanpa pamrih. Sebuah senyuman, selain akan menyehatkan bagi diri sendiri juga dapat menciptakan kebersamaan yang erat. Para karyawan diajak untuk selalu berfikir positip. Tidak baik bila bekerja saling menjegal, saling menyudutkan ataupun saling menjelek-jelekkan temannya sendiri. Bercermin diri menurutnya adalah tindakan yang bijaksana sebelum memberikan penilaian buruk kepada orang lain. Orang yang suka menjelek-jelekan orang lain belum tentu lebih baik daripada orang yang dianggap jelek. Bila ada teman yang lebih pintar atau lebih baik, jangan malah dimusuhi ataupun iri. Mengakui kelemahan diri sendiri dan keunggulan orang lain memang berat namun hal tersebut justru merupakan tindakan bijaksana.

Pria kelahiran Solo itu selalu mengajarkan pada seluruh jajarannya, bahwa melayani dengan hati dan pikiran yang bersih merupakan salah satu kunci untuk menciptakan pelayanan yang tulus. Surga dan nerakanya dunia ini kuncinya pada hati dan pikiran setiap manusia. Bila hati dan pikiran kotor, penuh permusuhan, mudah marah, pendendam, dengki, iri, negatip thingking, sering berkata yang menyakitkan orang lain, sering menggunjingkan orang lain, memfitnah, itulah orang yang telah memasuki neraka dunia. Wejangan-wejangan yang bersifat membangun jiwa selalu ia sampaikan pada saat briefing dengan anak buahnya. Hampir setiap minggu ia melakukan briefing dan komunikasi dua arah dengan seluruh karyawan.

CIPTAKAN MOTTO AMPUH UNTUK BANGUN JIWA PELAYANAN

Salah satu jurus ampuh dr. Farid untuk membangun jiwa karyawanya adalah dengan menciptakan motto : ”Baktiku untukmu, kerja dengan tulus tanpa pamrih”. Moto ini digunakan dr. Farid untuk memotivasi semua karyawannya. Dengan mambaca Motto tersebut diharapkan karyawan akan bertanya pada dirinya sendiri, ”Apakah aku sudah berbakti, apa yang telah aku berikan kepada sesama, apakah baktiku sudah tulus”.

Motto ini diciptakan bersamaan dengan reformasi yang dilakukan tubuh RSUD, lima tahun yang lalu. Dengan Motto tersebut karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen yang sebagian besar berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditempatkan pada posisi sebagai pelayan masyarakat yang kerja dengan tulus. Sementara pasien akan ditempatkan pada posisi yang harus dilayani dengan baik.

BANGUN ON LINE SISTEM PENGELOLAAN RUMAH SAKIT

Pengelolaan keuangan di RSUD Sragen hingga tahun 2003, belum menggunakan Billing System seperti sekarang ini. Semua pelayanan, misalnya Apotik, Laboratorium, UGD dan lain-lainnya masih mempunyai pintu sendiri-sendiri untuk menerima pembayaran dari pasien. Namun semenjak dilakukan Reformasi dibidang Informasi Teknology, semua pintu keuangan dipangkas menjadi pola satu pintu. Semua pemasukan dan pengeluaran harus melalui satu pintu yakni Bank Jateng.

Dengan digunakannya billing system komputer tersebut dampaknya, pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan dan terkontrol. Direksi dapat memonitor langsung pengelolaan keuangan melalui komputer on line. Hasilnya luar biasa, pemasukan PAD meningkat dari hanya 5 Milyard pertahunnya pada tahun 2002, meningkat menjadi 7 Milyard pada tahun 2003 dan pada tahun 2007 lalu pertahunnya sudah mencapai 25,8 Milyard. Meningkatnya jumlah pendapatan ini bukan dikarenakan faktor pengelolaan satu pintu saja, namun juga disebabkan meningkatnya jumlah pasien sebagai dampak meningkatnya kualitas pelayanan. Jumlah pasien pada tahun 2002 yang melakukan rawat inap 7.594 pasien dan rawat jalan sebanyak 32.088 pasien. Pada tahun 2003 meningkat jumlahnya menjadi 7.920 pasien dan rawat inap sebanyak 42.798 pasien. Sedangkan pada tahun 2007 pasien yang rawat inap telah meningkat tajam yakni 10.706 pasien sedang yang rawat inap sebanyak 69.480 pasien.

Dengan pembangunan on line ini. Semua informasi yang dibutuhkan masyarakat juga dapat diakses melalui internet. Misalnya saja, biaya pengobatan, daftar pasien yang sedang dirawat inap, Dokter jaga, ketersediaan kamar yang kosong dan lain sebagainya.

PEMBANGUNAN INFRA STRTUKTUR

Sejak menjabat sebagai Direktur RSUD Sragen, dr Farid langsung membenhi beberapa infrastruktur yang diniliainya kurang. Misalnya saja pembenahan jaringan listrik. Gardu induk langsung dibangun untuk meningkatkan daya listrik dari semula 40 KVA menjadi 350 KVA. Berbagai fasilitas operasi juga dibenahi. Beberapa ruang bangsal pun ditata ulang agar nampak lebih indah. Jumlah kamar operasi pun ditambah beserta peralatannya. Malahan kini telah mempunyai peralatan bedah tulang beserta dokter bedah tulang. Peralatan bedah tulang ini di Indonesia masih tergolong sedikit. Di wilayah Soloraya sendiri, hanya ada tiga rumah sakit yang mempunyai peralatan seperti ini, yakni di RS. Dr.Muwardi, Rs. Ortopedi dan RSUD Sragen sendiri.

DAMPAK REFORMASI RSUD

Berbagai jurus yang dilakukan dr. Farid dalam mereformasi RSUD Sragen, nyata-nyata mempunyai dampak yang sangat positip bagi para pegawai rumah sakit tersebut. Peningkatan pendapatan rumah sakit secara otomatis dapat meningkatkan insentif para karyawannya. Bagi masyarakat sendiripun sebagai pengguna layanan juga menuai keuntungan. Karena dengan adanya efisiensi pengelolaan keuangan, biaya pelayanan baik rawat jalan maupun rawat inap pasien dapat ditekan serendah mungkin tanpa menurunkan kualitas pelayanan. Sebagai gambaran, sejak tahun 2002 dimana harga bensin masih Rp. 1.810,- hingga tahun 2008 ini dimana harga bensin sudah mencapai Rp. 6.000,- biaya perawatan di RSUD Sragen belum pernak dinaikkan. (Hart – Humas)
Sumber: http://www.sragen.go.id/berita/berita.php?id=6986

Filed under: Berita Bukanlah Derita, , ,

One Response

  1. SAUT BOANGMANALU mengatakan:

    terimakasih tulisannya, kunjungi juga semua tentang Pakpak di http://boeangsaoet.wordpress.com

    Injih, terima kasih telah berkenan berkunjung ke Sragen. Salam takdzim dari Sragen😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: