blog rsud sragen

menjalin silaturahim online

Kiat RSUD Sragen untuk tingkatkan kinerja karyawan, mulai apel pagi sampai Siraman Rohani

Nasional
[ 07/07/2008, 16:46 WIB ]
Kiat RSUD Sragen untuk tingkatkan Kinerja karyawan, mulai Apel pagi sampai Siraman Rohani

Sragen – Rumah Sakit Umum Daerah Sragen (RSUD Sragen) yang berlokasi di jalan Raya Sukowati No.534 Sragen, bila dilihat dari luar memang kurang menarik. Dari Arsitektur bangunannya terlihat bahwa rumah sakit tersebut sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. RSUD Sragen memang sudah berdiri sejak tahun 1956. Namun bila kita mengenali lebih dalam Rumah Sakit ini mempunyai kelebihan yang patut dibanggakan untuk kelas Rumah Sakit Daerah. Baik dari segi fasilitas, manajemen, maupun pelayanannya.

Dari segi fasilitas bangunan, RSUD yang sudah banyak melakukan renovasi. Beberapa renovasi yang dilaksankan diantaranya perbaikan beberapa kamar pasien, dan pembangun taman – taman yang menambah keindahan di dalam lingkungan rumah sakit, pembenahan tempat parkir dsb. Selain itu RSUD Sragen telah membangun gardu induk listrik, untuk menambah daya listrik dari 40 Kilo volt amper menjadi 350 kva.

Dibidang managemen, RSUD Sragen saat ini telah memberlakukan pengelolaan keuangan dengan pola satu pintu. Dengan pola tersebut semua aliran dana, baik pemasukan dan pengeluaran keuangan harus melalui satu pintu yakni Bank Jateng. RSUD Sragen juga telah dilengkapi fasilitas medis yang tidak kalah canggih dengan rumah sakit swasta yang bonafit di Jakarta. Fasilitas canggih tersebut antara lain kamar bedah central, yakni kamar operasi yang dapat melaksanakan semua jenis operasi termasuk peralatan bedah tulang, yang merupakan peralatan terbaru. Fasilitas tersebut di wilayah Solo raya hanya terdapat di tiga buah RS, yakni RS Ortopedi, RSUD dr. Muwardi Solo dan RSUD Sragen. Ketersediaan fasilitas canggih ini telah didukung dengan tenaga dokter spesialis yang lengkap. Malahan dokter spesialis tulang yang tergolong sedikit jumlahnya di Indonesia ini pun di rumah sakit ini telah ada.

Direktur utama RSUD Sragen, Dr. Farid Anshori ternyata telah mempunyai kiat jitu dalam membangun rumah sakit ini. Jurus ampuhnya yaitu pembangunan jiwa seluruh karyawan mulai karyawan level tertinggi sampai rendah. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pembangunan jiwa tersebut? Menurut dr. Farid, pembangunan jiwa adalah pembentukan tindak tanduk dan polah tingkah seseorang untuk menjadi lebih baik. Seseorang tidak menyadari bahwa dirinya menjadi lebih baik karena adanya dorongan atau kemauan dari dalam dirinya sendiri. “ Ragawi hanya berfungsi sebagai alat dan untuk menggerakkannya yang paling penting adalah membangun jiwanya”, jelas Dr. Farid.

Dan untuk membangun jiwa tersebut RSUD Sragen secara rutin melakukan apel pagi. Apel ini merupakan kegiatan rutin tiap pagi, selain untuk meningkatkan disiplin para pegawai juga sebagai sarana untuk menyampaikan informasi atau pengarahan dari pimpinan. Selain apel pagi pihak RSUD secara rutin juga mengadakan briefing. Briefing dilakukan setiap saat untuk mengevaluasi segala aktivitas maupun tindakan yang telah berjalan dan juga untuk menjalin kedekatan seluruh keluarga besar RSUD Sragen.

RSUD Sragen memilki dua orang wakil direktur yang dapat secara bergantian memimpin jalannya briefing tersebut. Dalam ruang lingkup kerja di Rumah Sakit ini, semua karyawan di posisikan sama sebagai rekan kerja. Tidak ada yang paling penting dan paling tidak penting, semua di posisikan sebagai komponen yang penting. Untuk memperlancar pelaksanaan suatu kegiatan dan juga untuk menciptakan hubungan harmonis hanya satu kuncinya yaitu “komunikasi”. Ada dua jenis komunikasi yang dikembangkan yakni Komunikasi antar atasan dan bawahan (komunikasi vertical) dan komunikasi antar karyawan sendiri (komunikasi horizontal)

Upaya lain yang dilakukan RSUD Sragen dalam membangun jiwa yaitu dengan melakukan siraman rohani bagi seluruh karyawan. Siraman rohani dilakukan setiap hari Rabu bagi karyawan yang beragama muslim. Dan setiap hari Jum’at di minggu pertama bagi yang beragama non muslim. Siraman rohani ini bertujuan untuk membentuk tingkat keimanan dan ketakwaan para karyawan. Jika dilandasi dengan iman yang kuat maka kemungkinan untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar ajaran agama dapat dihindarkan. Seperti yang diungkapkan dalam mottonya yaitu “Baktiku Untukmu” bahwa seluruh karyawan RSUD Sragen dengan ikhlas memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengharapkan balasan dalam bentuk apapun. Pelayanan dan kepuasan pasien adalah yang utama dan ini merupakan wujud pengabdian RSUD Sragen kepada masyarakat Sragen dan sekitarnya. (Mey – Humas)

Filed under: Berita Bukanlah Derita, ,

3 Responses

  1. aboezaid mengatakan:

    assalamu’alaikum…
    mampir…salam kenal dari saya anak gemolong, sragen….
    ni blog saya http://salafiyunpad.wordpress.com

    Waalaikumssalam.. salam kenal juga dan terimakasih telah berkenan mengunjungi blogrsudsragen😉

  2. wismahijau mengatakan:

    Walaikumsalam, Wr.Wb

    Makasih atas kunjungannya, eh ngomong – ngomong Gemolong-Sragen sebelah mana?
    He he kok malah jadi chatting.

  3. pak abud mengatakan:

    sungguh allah maha adil, allah meletakan ketenangan dan kebahagiaan hidup tertanam dalam qolbu, sungguh mencari kebahagiaan dan ketenangan adalah pencarian sepanjang umur, beruntunglah orang yang telah menemukan bahwa kebahagiaan dan ketenangan hidup bukan pada harta, tahta, atau wanita, tetapi pada rasa ikhlas dan senyum ramah kepada saudara kita sesama manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pesan Layanan Masyarakat

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: